Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pertanian Unpad ,Meskipun Jurusan ini bukan Jurusan Utama saya sejak awal tapi saya punya ekspetasi menggebrak mutu Pertanian di Indonesia khususnya berbau PANGAN PERTANIAN.

Rabu, 02 November 2011

Serangan hawar Daun Pada Jagung

SERANGAN HAWAR DAUN PADA JAGUNG
Pada awal infeksi gejala berupa bercak kecil, berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang menjadi nekrotik dan disebut hawar, warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar 2,5_15 Cm, bercak muncul awal pada daun yang terbawah kemudian berkembang menuju daun atas. Infeksi berat dapat mengakibatkan tanaman cepat mati atau mengering dan cendawan ini tidak menginfeksi tongkol atau klobot.
Cendawan ini dapat bertahan hidup dalam bentuk miselium dorman pada daun atau pada sisa sisa tanaman di lapang. Penyebab penyakit hawar daun adalah : Helminthosporium turcicum
Cara pengendalian.
Menanam varietas tahan Bisma, Pioner2, pioner 14, Semar 2 dan 5. Eradikasi tanaman yang terinfeksi bercak daun.
Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate.
Cara pengendalian. Menanam varietas tahan Bisma, Pioner2, pioner 14, Semar 2 dan 5. Eradikasi tanaman yang terinfeksi bercak daun. Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate
Hama Pengggerek Batang Jagung
Bioekologi : Ngengat aktif malam hari, dan menghasilkan beberapa generasi
pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari.Telur diletakkan berwarna putih,berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betinamampu meletakkan telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebihmenyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi dan telur di letakkanpada permukaan bagian bawah daun utamanya pada daun ke 5-9, umur telur 3-4 hari,
Larva, larva yang baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan, makan
berpindahpindah, larva muda makan pada bagian alur bunga jantan, setelah instarlanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari.Pupa biasanya terbentuk di dalambatang, berwarna coklat kemerah merahan, umur pupa 6-9 hari.

Gejala serangan Larva O. furnacalis ini mempunyai karakteristik kerusakan
pada setiap bagian tanaman jagung yaitu lubang kecil pada daun, lubang gorokanpada batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah,tumpukan tassel yang rusak.


Pengendalian :
a). Kultur teknis
- Waktu tanam yang tepat,
- Tumpangsari jagung dengan kedelai atan kacang tanah

- Pemotongan sebagian bunga jantan (4 dari 6 baris tanaman)
b). Pengendalian hayati
Pemanfaatan musuh alami seperti :Paras itoidTr ichogr amm a spp. Parasitoidtersebut dapat memarasit telur O. furnacalis.Predator Euborellia annulatamemangsa larva dan pupa O. furnacalis.Bakteri Bacillus thuringiensis Kurstakimengendalikan larva O. furnacalis,Cendawan sebagai entomopatogenik adalah
Beauveria bassianadan Metarhizium anisopliae mengendalikan larva O. furnacalis.
Ambang ekonomi 1 larva/tanaman.
c). Pengendalian kimiawi
Penggunaan insektisida yang berbahan aktif monokrotofos, triazofos,
diklhrofos, dan karbofuran efektif untuk menekan serangan penggerek batang jagung.
b. Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) (Ordo : Lepidoptera, Famili :
Noctuidae)
Bioekologi: Ngengat dengan sayap bagian depan berwarna coklat atau
keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputihan, aktif malam hari.
Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun (kadang
tersusun 2 lapis), warna coklat kekuning-kuningan, berkelompok (masing-masing
berisi 25 – 500 butir) tertutup bulu seperti beludru.
Larva mempunyai warna yang bervariasi, ulat yang baru menetas berwarna
hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan dan hidup berkelompok. Ulatmenyerang tanaman pada malam hari, dan pada siang hari bersembunyi dalam tanah(tempat yang lembab). Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergeromboldalam jumlah besar.
Pupa. Ulat berkepompong dalam tanah, membentuk pupa tanpa rumah pupa
(kokon) berwana coklat kemerahan dengan panjang sekitar 1,6 cm.
Siklus hidup berkisar antara 30 – 60 hari (lama stadium telur 2 – 4 hari, larva
yang terdiri dari 5 instar : 20 – 46 hari, pupa 8 – 11 hari).
Gejala Serangan larva yang masih kecil merusak daun dan menyerang secara
serentak berkelompok. dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas,transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja. Biasanya larva berada di permukaanbawah daun, umumnya terjadi pada musim kemarau.

Tanaman Inang Hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang
tomat, kubis, cabai, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, padi, ,tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman hias, gulma Limnocharissp., Passiflora foetida, Ageratum sp., Cleome sp., dan Trema sp.
Pengendalian :
a). Kultur teknis
- Pembakaran tanaman
- Pengolahan tanah yang intensif.
b). Pengendalian fisik / mekanis
- Mengumpulkan larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang kemudianmemusnahkannya - Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah pertanaman sejaktanaman berumur 2 minggu.
c). Pengendalian hayati
Pemanfaatan musuh alami seperti :patogenSl-NPV (Spodoptera litura –
Nuclear Polyhedrosis Virus),cendawanCordisep, Aspergillus flavus, Beauveria
bassina, Nomuarea rileyi, dan Metarhizium anisopliae,bakteri Bacillus thuringensis,
nematoda Steinernema sp., predator Sycanussp., Andrallus spinideus, Selonepnis
geminada, pa rasit o id Apanteless p., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, dan
Peribeaesp.
d). Pengendalian kimiawi Beberapa insektisida yang dianggap cukup efektif
adalah monokrotofos, diazinon, khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, dankarbaril apabila berdasarkan hasil pengamatan tanaman contoh, intensitas seranganmencapai lebih atau sama dengan 12,5 % per tanaman contoh.
c. Penggerek tongkol jagung (Helicoverpa armigera Hbn. Noctuidae:
Lepidotera)
Imago betina H. armigera meletakkan telur pada rambut jagung. Rata-rata
produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelahdiletakkan .Larva spesies ini terdiri dari lima sampai tujuh instar .Khususnya padajagung, masa perkembangan larva pada suhu 24 sampai 27,2oC adalah 12,8 sampai21,3 hari. Larva serangga ini memiliki sifat kanibalisme . Spesies ini mengalami masapra pupa selama satu sampai empat hari. Masa pra pupa dan pupa biasanya terjadidalam tanah dan kedalamannya bergantung pada kekerasan tanah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar