Mengenai Saya

Foto Saya
Mahasiswa Pertanian Unpad ,Meskipun Jurusan ini bukan Jurusan Utama saya sejak awal tapi saya punya ekspetasi menggebrak mutu Pertanian di Indonesia khususnya berbau PANGAN PERTANIAN.

Rabu, 02 November 2011

Pemuliaan Tanaman Kacang Hijau

MAKALAH PEMULIAAN TANAMAN KACANG HIJAU
Diajukan sebagai salah satu syarat  untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Teknologi Rekayasa Tanaman II

KELOMPOK 6 :
Ananda Yopantry Panjaitan   150510100176
                                          Marsela Vianita Sabathini       150510100147
                                          Balqis Abdullah                       150510100167
Miando Ericson Marbun         150510100178
Rakean Hafidz Suardaya        150510100174
      Marifa Ibrahim                        150510100179


Agroteknologi-D
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Bandung
2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai pemuliaan tanaman kacang hijau. Tujuan pembuatan makalah ini memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Perlindungan Tanaman II dan lebih memahami serta mengenal pemuliaan tanaman kacang hijau. Untuk mencapai tujuan itu kami uraikan materi-materi yang disertai dengan penjelasan yang lebih mendalam.
Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Juga berterimakasih kepada dosen dan juga pembimbing  kami dalam penyelesaian makalah ini.  Serta seluruh pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan kami. Namun makalah yang kami sajikan masih jauh dari sempurna karena masih dalam proses tahap pembelajaran. Dan apabila ada kesalahan kata dalam penulisan dan penyusunan makalah ini, kami menerima kritik dan saran sebagai bahan pertimbangan dan pembelajaran kami selanjutnya.

Tim Penyusun




DAFTAR ISI

Kata Pengantar…….……………………………..……..………………………..........1
            Daftar Isi. …………………………………………..……..………………………...... 2
            Pendahuluan ……………………………………….…..………………………...........3
            Pembahasan.………………………………………….…...…………………………...4
            Daftar Pustaka...……………………………………..………………………………..14















BAB I
Pendahuluan

I.1 Latar Belakang
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Kacang hijau termasuk kacang-kacangan yang mengandung protein. Kacang jenis ini memiliki berbagai macam varietas yang terbagi menjadi hibrida dan non hibrida. Perkiraan prefensi petani…











BAB II
                                                                         Isi
                                                                          
A.    Kacang Hijau
Phaseolus radiatus
Gambar 1. Kacang Hijau
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Fabales
Famili              : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus              : Phaseolus
Spesies            : Phaseolus radiatus L.




B.     Upaya menciptakan variasi dan menyeleksi karakteristik yang diinginkan
Kacang hijau merupakan tanaman yang mampu dikembangkan menggunakan penyerbukan sendiri (self pollination). Penyerbukan sendiri memiliki berbagai macam metode, salah satunya adalah metode seleksi massa. Seleksi massa dan seleksi galur murni dapat diterapkan terhadap tanaman dengan semua moda reproduksi.
Seleksi massa adalah salah satu metode seleksi yang tertua untuk memilih bahan tanam yang lebih baik pada generasi berikut. Dalam program pemuliaan, seleksi ini juga merupakan yang paling sederhana dan banyak pemulia hanya mengandalkan nalurinya dalam menjalankan metode ini, meskipun dasar ilmiah untuk pelaksanaannya sudah tersedia.
Seleksi massa yaitu pemilihan dan penanaman kembali dengan tidak memperhatikan asal usulnya (tidak dipisah). Hasil dari seleksi massa yaitu populasi yang homozigot tetapi tidak seragam.
Seleksi massa dapat berupa :
a.       Seleksi massa positif
Seleksi dilakukan pada tanaman yang menampilkan fenotipe yang baik dari suatu populasi tanaman dan membiarkan tanaman yang tidak diseleksi untuk tetap tumbuh di lapangan Memilih sejumlah tanaman terbaik dan bijinya dicampur untuk dijadikan benih.
b.      Seleksi massa negative
Menyingkirkan tanaman yang tidak dikehendaki, biji tanaman-tanaman sisa dicampur untuk benih.
c.Seleksi Massa Metode Hallet’s (1869)
Tanaman yang akan diseleksi ditanam pada lingkungan yang baik dan diberi pemupukan,irigasi,proteksi dan sebagainya yang optimum.
d.Seleksi Massa Metode Rimpau’s (1867)
Berlawanan dengan Metode Hallet’s yaitu tanaman ditanam pada lingkungan yang tercekam seperti pemupukan,pengairan ,Budidaya yang minim.


Kelebihan dan kekurangan seleksi massa
Kelebihan : sederhana dan mudah karena seleksi massa hanya diddasarkan penotipe tanpa uji keturunan.
Kekurangan :
-          Oleh karena fenotipe dipengaruhi lingungan, maka tanaman yang mempunyai fenotipe baik dan terpilih belum tentu mempunyai genotype baik,
-          Tanaman homozigot dan heterozigot mempunyai fenotipe sama untuk sifat yang dikendalikan oleh gen dominan

Varetas yang dihasilkan :
*        Tidak seseragam varietas hasil seleksi galur murni.
*        Mempunyai ketahanan terhadap perubahan lingkungan / lingkungan ekstrim             perubahan genotipe.

TUJUAN SELEKSI MASSA :
Memperbaiki populasi secara umum dengan memilih dan mencampur genotipe – genotipe superior.
Kelemahan :
1.       Tanaman yang dipilih mungkin tidak homosigot dan akan segregrasi pada generasi berikutnya.
2.       Hanya berguna untuk sifat – sifat dengan hertabilitas tinggi. Umumnya tidak efisien apabila “ ALELE “ yang akan dihilangkan frekuensinya rendah.
3.       Lebih efektif untuk sifat – sifat yang terlihat sebelum pembuangan dari sifat – sifat yang terlihat setelah pembuangan.
4.Mengembangkan kultivar baru dengan mengembangkan rata-rata penampilan populasinya
Contoh tanaman kedelai, gandum, tembakau telah berhasil dengan menggunakan seleksi massa.

Kebaikan Seleksi Massa :
1.       Sederhana, mudah pelaksanaannya dan cepat untuk memperbaiki mutu tanaman, oleh karena :
*        Tanpa ada pengujian untuk generasi berikutnya.
*        Tanpa ada pengawasan persilangan untuk produksi keturunan selanjutnya.
*        Lebih bersifat ART dari pada SCIENC

2.       Merupakan cara untuk memperbaiki mutu varietas lokal dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan petani dan merupakan langkah pertama dalam memperbaiki mutu tanaman.


  “ SELEKSI MASSA SERING DIGUNAKAN UNTUK MEMURNIKAN SUATU   VARIETAS CAMPURAN. ”



SELEKSI MASSA dapat dibedakan menjadi 2 :
1.       Seleksi Massa Positip
2.       Seleksi Massa Negatip

1.       Seleksi Massa Positip
Dilakukan dengan jalan memilih tanaman yang baik fenotipenya dari suatu populasi tanaman yang ada. Biji tanaman terpilih untuk ditanam pada generasi / tahun berikutnya. Tanaman yang tidak terpilih biasanya dipanen untuk konsumsi.

2.       Seleksi Massa Negatip
Dilakukan dengan menghilangkan semua tanaman yang tipenya menyimpang dari tujuan seleksi.
Misal : - tanaman sakit
              - tanaman rebah
Apabila Seleksi Massa digunakan sebagai metode seleksi untuk tanaman penyerbuk sendiri maka mempunyai kelemahan antara lain :
1.       Tidak meungkin dapat mengetahui apakah tanaman yang dikelompokkan homosigot / heterosigot untuk suatu karakter dominan tertentu, jadi seleksi fenotipe harus dilanjutkan untuk generasi berikut.
2.       Lingkungan luar mempengaruhi penampilan tanaman sehingga sulit untuk mengetahui apakah tanaman yang superior menurut fenotipenya disebabkan faktor genetik atau lingkungan.


PERBEDAAN ANTARA SELEKSI  MASSA dan SELEKSI LINI MURNI.

SELEKSI MASSA
SELEKSI LINI MURNI
1.       Sudah sangat tua atau dapat dikatakan setua orang mulai bercocok tanam.
2.       Selalu dipraktekan oleh petani walaupun tak disadarinya.
3.       Biasa dilakukan pada tanaman C. P. C (allogam).
4.       Jumlah tanaman yang terpilih banyak.
5.       Tanaman yang terpilih mempunyai adaptasi yang luas.


6.       Seleksi Massa mudah dilakukan dan amat sederhana.
7.       Tidak perlu tenaga, biaya dan waktu      yang banyak.
8.       Hasil yang diperoleh heterodigot / tidak uniform.
9.       Tidak dilakukan pengujian keturunan          .

                                                                             
10.   Tidak perlu adanya control persilangan.
11.   Pemilihan hasil panen   tercampur
Belum begitu tua.

*        Tak pernah dilakukan oleh petani pada tanaman mereka.
*        Dilakukan pada tanaman S. P. C (autogam )
*        Jumlah tanaman yang terpilih sediki.
*        Tanaman yang terpilih mempunyai adaptasi tidak begitu luas dan hanya dapat beradaptasi pada kondisi / tanaman tertentu saja.
*        Sulit dilakukan karena perlu ketrampilan khusus.
*        Butuh tenaga, biaya dan waktu yang banyak.
*        Hasil yang diperoleh homosigot (uniform)
*        Perludilakukan pengujian keturunan dan masing – masing perbedaan kenampakan secara individu diuji          kemurnian.

Persarian selalu diawasi
Terpisah




C.     Pengujian

      Dilakukan 3 kali penanaman (I dan II untuk menghasilkan benih populasi yang diperlukan untuk pengujian, sedangkan penanaman III adalah penanaman pengujian). Penanaman pengujian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 ulangan.

D.    Proses adopsi dan penyebaran kultivar

Tujuan Pengujian Adaptasi Varietas Tanaman, adalah :
1.      Mengetahui kemampuan sifat atau karakteristik suatu varietas/ galur/hibrida/klon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
2.    Memperoleh data yang akurat mengenai keunggulan yang dimiliki varietas/galur/hibrida/klon yang bersangkutan dibandingkan dengan varietas yang sudah ada atau varietas baru atau varietas yang sudah dilepas, sebelum varietas tersebut dilepas sebagai varietas unggul.

Inventarisasi penyebaran varietas diperlukan untuk mengetahui proporsi/komposisi penyebaran jenis dan varietas tanaman yang ada pada suatu daerah di seluruh provinsi di Indonesia, baik yang sudah dilepas maupun yang belum dilepas, varietas lokal maupun introduksi (benih impor). Dari hasil inventarisasi penyebaran varietas tersebut dapat dilihat varietas yang paling dominan disuatu daerah dan memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah lain yang sesuai kondisi agroklimatnya.
Tujuan Inventarisasi Penyebaran Varietas, adalah :
1.      Mengetahui jenis-jenis/varietas hortikultura (terutama yang sudah dilepas) dan luas penyebarannya di tiap propinsi diseluruh Indonesia.
2.      Mempelajari kemungkinan pengembangan suatu jenis tanaman/varietas hortikultura ke daerah lain yang sesuai kondisi agroklimatnya.
3.      Mengetahui penyebaran jenis/varietas yang benihnya berasal dari benih impor (varietas introduksi yang digemari petani)
4.      Mengetahui jenis/varietas hortikultura langka yang terdapat disuatu daerah, yang mempunyai prospek untuk dikembangkan
















BAB IV
Kesimpulan

Seleksi massa biasanya digunakan untuk memurnikan kultivar campuran atau populasi tanaman dengan seleksi dan memperbanyak tanaman yang fenotipenya sama dan biasanya seleksi massa bertujuan untuk mengembangkan kultivar baru dengan mengembangkan rata-rata penampilan populasinya
Kultivar yang diperoleh dan seleksi massa merupakan campuran genotipe yang sama dan diduga kuat homosigot .pemuliaan tanaman yang digunakan adalah metode seleksi massa dan seleksi
ear to row.
Hasil seleksi massa banyak memberikan keuntungan seperti,memiliki daya adaptasi luas karena lebih dapat menyesuaikan diri terhadaplingkungan yang beragam, memberikan kestabilan yang cukup stabil padakondisi lingkungan yang beragam, lebih tahan terhadap kerusakan secaramenyeluruh terhadap serangan suatu penyakit, namun memiliki kelemahankarena tidak diketahui secara pasti tetuanya. Sedangkan seleksi ear to rowmemiliki keuntungan untuk dapat menduga susunan genotipenya karenadiketahui tetuanya, dan memilki kelemahan dalam hal adaptasi terhadaplingkungan karena sangat dipengaruhi oleh penurunan sifat tetuanya terhadaplingkungan sehingga dalam pertanamannya perlu diperhatikan kondisi fisiklingkungannya untuk mendapatkan suatu populasi yang seragam.
.
·         .Kemajuan seleksi bernilai positif untuk seleksi massa tongkol untuk kacang hijau dibandingkan dengan kultivar lain yang menggunakan ear to row
·         Metode seleksi yang paling baik digunakan untuk kacang hijau  adalah
seleksi massa, sedangkan untuk tongkol ,tebu dll adalah seleksi ear to row




BAB V
Daftar Pustaka

Anonim. Pemuliaan Tanaman Menyerbuk Sendiri 2. http://www.scribd.com/doc/21970389/Pemuliaan-Tan-Menyerbuk-Sendiri-2. Diakses tanggal 1 November 2011.
Anonim. Pemuliaan Tanaman. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemuliaan_tanaman. Diakses tanggal 1 November 2011.
Anonim. Seleksi Massa. http://id.wikipedia.org/wiki/Seleksi_massa. Diakses tanggal 1 November 2011.
Anonim. Pemuliaan Tanaman. http://fp.uns.ac.id/~hamasains/bab6pemuliaan.htm. Diakses tanggal 1 November 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar