Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pertanian Unpad ,Meskipun Jurusan ini bukan Jurusan Utama saya sejak awal tapi saya punya ekspetasi menggebrak mutu Pertanian di Indonesia khususnya berbau PANGAN PERTANIAN.

Senin, 13 Desember 2010

Subsidi Pangan Pertanian

Indonesia untuk meningkatkan Bahan bakar dan subsidi Pangan
27-Februari-2010
From:Jakarta Globe/Global News (www.thejakartaglobe.com)

Pemerintah berencana untuk meningkatkan subsidi tahun ini untuk energi dan bahan pokok lainnya dalam apa beberapa pengamat melihat sebagai kebijakan populis untuk membantu menopang popularitasnya kendur di tengah perpecahan dalam koalisi yang berkuasa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah berencana untuk menghabiskan Rp ekstra 43900000000000 ($ 4,7 miliar) untuk subsidi tahun ini. Sekitar 84 persen yang akan untuk bensin dan listrik, sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk komoditas pupuk dan makanan. Mereda tambahan akan meningkatkan total rp 201,8 triliun.

Dia mengatakan pemerintah akan menyerahkan rencana DPR untuk mendapatkan persetujuan Senin sebagai bagian dari revisi yang diusulkan untuk APBN 2010. Beberapa asumsi anggaran juga akan direvisi, termasuk penyesuaian selisih kurs Rp 9.500 per dolar dari Rp 10.000, inflasi 5,7 persen, naik dari 5 persen, dan harga minyak di $ 77 per barel, naik dari $ 65.

Rencana tersebut datang sebagai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah berjuang dengan keretakan politik antara pihak dalam koalisinya Partai Demokrat yang dipimpin selama penyelamatan Bank Century pada tahun 2008.

Para pengamat mengatakan ia membutuhkan kebijakan populis untuk menang lebih banyak dukungan publik sebagai dua anggota koalisi atas, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), telah melanggar peringkat dan bergabung dengan partai oposisi dalam menuntut Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono akan bertanggung jawab atas bailout.

"Listrik atau penyesuaian harga bahan bakar yang jelas dari meja tahun ini," ujar ekonom PT Bank Danamon Helmi Arman dan Anton Gunawan dalam laporan yang dikutip oleh Bloomberg. "Masih ada jalan panjang di depan sampai masalah Century diselesaikan," kata mereka, menambahkan bahwa peningkatan subsidi non-energi adalah ukuran mungkin untuk menopang dukungan rakyat.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan meningkatkan subsidi untuk bensin sebesar Rp 20 triliun, listrik sebesar 16,7 triliun, pupuk Rp 4,4 triliun dan makanan Rp 2,8 triliun.

Jika disetujui oleh DPR, total subsidi energi saja akan membengkak menjadi Rp 143200000000000, jauh lebih tinggi dari tahun lalu Rp 99,9 triliun, dan menjadi energi kedua terbesar anggaran subsidi selama 10 tahun terakhir setelah mencapai Rp 223 triliun pada tahun 2008. Pupuk dan makanan yang lebih tinggi subsidi tahun ini akan menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Defisit anggaran 2010, Sri Mulyani mengatakan, akan mengembang menjadi 2,1 persen dari produk domestik bruto, dari 1,6 persen sebelumnya. Untuk membantu menutupi pengeluaran tambahan, pemerintah akan memakan waktu sekitar

Rp 1,2 triliun pada pinjaman tambahan dan menggunakan Rp 38300000000000 tersisa dari anggaran terakhir.

"Sederhana," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. "Kami tidak menaikkan harga listrik dan harga bahan bakar domestik. Sementara itu, harga minyak dunia meningkat. Subsidi itu harus ditingkatkan. "

Arman mengatakan, dia pikir setiap usaha akan dilakukan untuk menunda penyesuaian harga BBM naik karena "melakukan sebaliknya akan sangat tidak populer."

kenaikan harga bensin di masa lalu telah menyebabkan kerusuhan politik dan telah di antara faktor yang berkontribusi terhadap jatuhnya mantan Presiden Soeharto pada tahun 1998.

rating persetujuan Yudhoyono turun menjadi 70 persen bulan lalu dari 85 persen ketika dia memenangkan pemilihan, menurut sebuah jajak pendapat oleh Lembaga Survei berbasis di Jakarta Indonesia (LSI), yang mempertanyakan 2.900 responden nasional.Survei menambahkan bahwa hikayat Bank Century telah mendorong penurunan popularitas presiden.

Jika dilihat dari segi perspektifnya munculnya keseimbangan ketika kebijakan yang memposisikan satu bagian saja yang dapat meningkatkan sumber finansial negara.pengalokasian yang berbobot tinggi untuk  pupuk  mungkin berdampak tinggi bagi sektor pertanian indonesia yang mana jika harga pupuk tinggi dipasaran maka kesehjateraan rakyat petani Indonesia semakin gemilang.
Tapi disisi lain terjadi kesenjangan atau dalam arti suatu ketidaksesuian jika pengalokasian harga pupuk dan makanan hanya dalam skala kecil maka proyek pembangunan pangan pertanian indonesia hanya berada dibawah meskipun pengalokasian tetap ada.Mengapa? karena jikia dianalisa lebih dalam lagi bahwa sektor pangan pertanian indonesia itu memiliki kandungan yang sangat substansial bagi kelansungan suatu kemajuan negara indonesia dan yang lebih memprihatinkan lagi bahwa pengalokasian dana untuk pupuk dan makanan hanya sekitar 16 % dan coba kita bayangkan itu hanya seperlima dari apa yang kita telah lihat.
Seperti yang telah diutarakan Sri mulyani bahwa tingkat defisit yang dialami oleh indonesia mengembang dari 1,6% menjadi 2,1%.berarti selama ini peningkatan pangan yang berbobot kepada energi totalnya hanya berujung dengan kerugian besar.
Apa salahnya kita mencoba menggunakan dana pinjaman yang tidaka sedikit itu dan dialokassikan dominan ke sektor pangan pertanian ,secara ekonominya pasti akan mengalami peningkatan yang cukup siknifikan.kita bisa lihat dari segi lahan yang dimiliki negara ini.berbagai lahan tersebut tersebar luas disegala penjuru dari sabang sampai merauke.dan passtinya jika dikembangkan kepada pertanian maka dampak nya adalah peningkatan devisa negara serta negara ini bisa menutupi pengeluaran yang dulunya sempat membuat kritis finansial indonesia jika penggunaan subsidi pangan pertanian lebih dialokasian lebih dominan.
Tapi ada hal yang harus kita perhatikan jika penggunaan subsidi pangan pertanian.menurut saya, Kurang dari pendekatan saat ini, salah satu di para petani, tidak ada make up pada makanan. Awalnya untuk produksi pangan, "preferensial" kebijakan, pada kenyataannya, menjadi petani atau subsidi pertanian pada kebijakan "inklusif" tidak dapat butir disubsidi. Kedua, sejumlah kecil uang. harga pertanian relatif, manfaat ekonomi dari lanjutan kondisi makanan rendah, subsidi kecil pada pangan dan produksi pertanian pangan dan pembangunan berkelanjutan tidak dapat menghasilkan banyak dorongan. Yang ketiga adalah tidak kondusif untuk pengawasan modal. Makanan subsidi yang dibayarkan banyak link, limbah sumber daya keuangan dan manusia, meningkatkan biaya subsidi, tetapi juga meningkatkan kesulitan subsidi regulasi.

Tetapi disamping itu juga ada sisi positif yang mungkin bisa lebih diimprovisasikan yakni
satu keuntungan langsung kepada petani merasakan perhatian partai dan negara pertanian, petani bisa merasakan kehangatan partai dan negara. Kedua, hal ini membantu meningkatkan pendapatan petani, peningkatan aktual pendapatan per orang per tahun adalah sama dengan lebih dari 100 yuan. Ketiga, operasi sebenarnya relatif sederhana dan cepat, membuat uang secara langsung, pada dasarnya, lulus Partai dan dukungan negara, sinyal penting untuk melindungi produksi pangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar